El Tri akan berusaha mengulang kesuksesan mereka di London 2012, di mana mereka meraih medali emas setelah mengalahkan Brasil di Wembley judi online terbesar indonesia. Semua kecuali dua anggota dari daftar 22 pemain bermain di liga Meksiko dan sebagian besar dari mereka sebelumnya tampil di skuad senior.
Selama pertandingan ini, pasukan Gerardo Martino tidak terkalahkan melalui tiga pertandingan persahabatan, mengalahkan Australia dan Rumania dan bermain imbang 1-1 dengan Arab Saudi.
Sementara Prancis telah sukses besar di tingkat internasional (dua Piala Dunia, dua Euro dan beberapa Piala Konfederasi) situs agen judi terpercaya, tetapi mereka hanya mampu memenangkan medali emas di Olimpiade 1984. Sejak itu mereka absen dan terakhir kali lolos pada 1996.
BACA JUGA :
Untuk Keuntungan Lebis Banyak Bermain Di Judi Togel Online
Bintang-bintang baru Prancis tidak dibawa ke karena beberapa dari mereka sudah bermain di Euro 2020 dan yang lain telah ditarik oleh klub mereka, yang berarti bahwa sebagian besar skuad asuhan Sylvain Ripoll ini dihuni oleh pemain Ligue 1.Meksiko membuka pertandingan Olimpiade 2020 dengan tekanan besar. Namun Gerardo Torrado, Direktur Olahraga tim mengatakan bahwa ada proyek yang lebih besar lagi.
“Ini bukan hanya tentang Olimpiade, ini tentang keseluruhan proyek,” kata veteran tiga Piala Dunia itu. “[Ini] akan sangat penting bagi kami.”
Dua dari tiga pemain di atas umur yang dibawa Prancis ke Jepang, kapten André-Pierre Gignac dan penyerang Florian Thauvin, bermain di Liga MX Meksiko.
Sebaliknya, Meksiko dihuni mayoritas pemain di liga lokal. Tercatat hanya gelandang Diego Lainez dari Real Betis yang bermain di luar negeri.
Lainez adalah satu dari enam pemain U-24 dengan setidaknya 14 caps untuk tim nasional senior, termasuk di antaranya mantan gelandang Galaxy Uriel Antuna dan gelandang Cruz Azul Roberto Alvarado. Ketiganya sudah dalam radar pelatih Tata Martino untuk memulai kualifikasi Piala Dunia musim gugur ini.
“Saya senang melihat semua orang karena mereka semua adalah pemain yang berpotensi dipanggil untuk tim senior,” kata Martino dalam bahasa Spanyol. “Kami selalu ingin melihat evolusi mereka.”Skuad Olimpiade Argentina memang tak sementereng tim seniornya. Dibandingkan Spanyol, rival berat mereka di Grup C, tim besutan Fernando Batista ini juga bisa dibilang sedikit berada di bawahnya.
Grup C bisa dikatakan sebagai grup yang cukup sulit. Selain Argentina dan Australia, Mesir dan Spanyol juga menghuni grup ini.
Namun, motivasi Tim Tango, julukan Argentina, untuk berprestasi pasti sangat besar, terutama setelah tim seniornya jadi juara di Copa America. Untuk itu, langkah awal bakal sangat krusial.
Mampukah Nehuen Perez dan kawan-kawan meraih hasil optimal di laga pertama mereka di ?Hernan de la Fuente (Velez Sarsfield), Marcelo Herrera (San Lorenzo), Nehuen Perez (Atletico Madrid), Leonel Mosevich (Argentinos Juniors), Facundo Medina (Lens), Nazareno Colombo (Estudiantes), Claudio Bravo (Portland Timbers).
Tengah: Fausto Vera (Argentinos Juniors), Santiago Colombatto (Leon), Tomas Belmonte (Lanus), Martin Payero (Banfield), Alexis Mac Allister (Brighton), Ezequiel Barco (Atlanta Utd), Thiago Almada (Velez Sarsfield).
Depan: Carlos Valenzeula (Famalicao), Pedro De la Vega (Lanus), Agustin Urzi (Banfield), Adolfo Gaich (Benevento), Ezequiel Ponce (Spartak Moscow).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar